<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="910">
 <titleInfo>
  <title><![CDATA[Efektivitas proses pra penuntutan berdasarkan pasal 110 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dihubungkan dengan kepastian hukum]]></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart><![CDATA[Mohamad Ardi Wibowo L210140037]]></namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text"><![CDATA[Primary Author]]></roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
 <genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm>
   <publisher><![CDATA[Pascasarjana UNLA]]></publisher>
   <dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
  <languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
  <extent><![CDATA[vii, 118hlm.: lamp.; 30cm,]]></extent>
 </physicalDescription>
 <note><![CDATA[Pasal 110 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP telah jelas mengatur bagaimana mekanisme pengiriman dan pemgembalian berkas perkara antara penyidik Polri dan Penuntut Umum. Dalam praktiknya ternyata penerapan Pasal 110 KUHAP banyak mengalami kendala harapan untuk terlaksananya sistem peradilan yang terpacu tidaklah semudah sebagaimana ditentukan dalam KUHAP. KUHAP memang tidak mengatur dengan jelas batasan harus beberapa kali pengembalian berkas perkara yang dianggap kurang lengkap dari penyidik ke penuntut umum dan sebaliknya. Adapun permasalahan apakah pelaksanaan Pasal 110 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dalam praktek peradilan pidana menimbulkan ketidakpastian hukum bagi tersangka ? Bagaimanakah perlindungan hukum yang seharusnya diberikan kepada tersangka dalam proses pra penuntutan berdasarkan prinsip kepastian hukum ?
Metode penelitian  yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu menetapkan standar norma tertentu terhadap suatu fenomena dengan mengkaji data-data sekunder berdasarkan Kitab Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Sedangkan analisis data menggunakan metode yuridis kualitatif, yaitu bersumber dari studi kepustakaan dan studi lapangan, kemudian disusun secara sistematis, setelah dianalisa disajikan secara diskriptif. Penelitian lebih menekankan pada kajian analisis data sekunder atau studi kepustakaan yang ditunjang dengan data primer yaitu studi dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pelaksanaan Pasal 110 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dalam praktik peradilan pidana menimbulkan ketidakpastian hokum bagi tersangka dikarenakan status tersangka dapat menggantung dan tidak ada kepastian hukum, sehingga status tersangka tersebut terus melekat selama belum adanya proses lebih lanjut penegak hukum dan adanya  kepastian hukum bahwa tersangka tersebut bersalah atau tidak. Dikarenakan tidak adanya batasan berapa kali penyidik ,emyerahkan berkas kejaksaan dan tidak adanya batasan waktu maksimal sehingga tidak adanya kepastian hukum. Perlindungan hokum yang diberikan kepada tersangka dalam proses prapenuntutan berdasarkan prinsip kepastian hokum dengan belum sesuai dengan Undang-Undang No.39 tahun 1999 dikarenakan masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran terhadap hak-hak tersangka. Penerapan hak tersangka dalam proses prapenuntutab semestunya dilakukan leh Kejaksaan Disamping itu adanya faktor penghambat yaitu kurangnya kesadaran hukum aparat penegak hokum dalam menjalankan tugasnya baik ditingkat Pra penuntutan. Perlindungan hujun yang seharusnya diberikan kepada tersangka melakukan tugasnya dengan sewenang-wenang sehingga banyaknya korban dari perlakukan aparat penegak hokum tersebut.   
]]></note>
 <note type="statement of responsibility"><![CDATA[1.Daud Silalahi ; 2.Hernawati RAS]]></note>
 <subject authority="">
  <topic><![CDATA[Ilmu Hukum]]></topic>
 </subject>
 <classification><![CDATA[340]]></classification>
 <identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier>
 <location>
  <physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Pascasarjana Universitas Langlangbuana]]></physicalLocation>
  <shelfLocator><![CDATA[340 WIB e]]></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1"><![CDATA[MIH201]]></numerationAndChronology>
    <sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
    <shelfLocator><![CDATA[340 WIB e]]></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2158" url="" path="/DAFTAR PUSTAKA MOHAMAD ARDI WIBOWO.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[DAFTAR PUSTAKA]]></slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="2157" url="" path="/BAB V MOHAMAD ARDI WIBOWO.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB  V]]></slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="2156" url="" path="/BAB II MOHAMAD ARDI WIBOWO.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB Ii]]></slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="2155" url="" path="/BAB I MOHAMAD ARDI WIBOWO.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB I]]></slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="2154" url="" path="/ABSTRAK MOHAMAD ARDI WIBOWO.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ABSTRAK]]></slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="2153" url="" path="/COVER MOHAMAD ARDI WIBOWO.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[COVER]]></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image><![CDATA[Cover_Efektivitas_proses_pra_penuntutan.PNG.PNG]]></slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier><![CDATA[910]]></recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-02-19 09:49:24]]></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-03-20 09:19:44]]></recordChangeDate>
  <recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>