<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="807">
 <titleInfo>
  <title><![CDATA[Implementasi kebijakan pelayanan administrasi kependudukan di kabupaten Bandung]]></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart><![CDATA[Rohmatika L230170012]]></namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text"><![CDATA[Primary Author]]></roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
 <genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm>
   <publisher><![CDATA[Pascasarjana UNLA]]></publisher>
   <dateIssued><![CDATA[2019]]></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
  <languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
  <extent><![CDATA[]]></extent>
 </physicalDescription>
 <note><![CDATA[Penelitian ini didasarkan pada implementasi kebijakan dalam pelayanan administrasi kependudukan di desa/kelurahan masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan oleh belum maksimal dijalankannya factor-faktor implementasi secara menyeluruh di Kabupaten Bandung.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Deskroptip Kualitatif. Tujuan yang hendak dicapai oleh metode penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, fenomena dan keadaan yang terjadi pada saat penelitian berlangsung.
Hasil penelitian menggambar bahwa dimensi Penerapan  kebijakan memiliki pengaruh yang paling dominan diantara dimensi yang lain. Artinya penerapan merupakan kunci utama dalam implementasi kebijakan. Sedangkan dimensi kedua yang mempengaruhi dari keberhasilan implementasi kebijakan adalah pelaksana kebijakan atau implementator karena sumberdaya pelaksana merupakan sumber daya kunci dalam implementasi kebijakan pelayanan administrasi kependudukan. Dimensi selanjutnya yaitu dimensi interpretasi pelaksana kebijakan. Artinya pemahaman dari pelaksana terhadap suatu aturan kebijakan sangat diperlukan sebelum melaksanalan kebijakan tersebut. Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah dimensi lingkungan (ekternal) karena factor ini bias jadi penghambat utama dalam pelaksanaan kebijakan.
Peneliti menyimpulkan bahwa inplementasi kebijakan pelayanan administrasi di Kabupaten Bandung sudah berjalan tetapi belum maksimal. Hal ini menegaskan pentingnya pelaksanaan kebijakan secara menyeluruh dengan memperhatikan dimensi-dimensinya.
]]></note>
 <note type="statement of responsibility"><![CDATA[1.Pandji Santosa ; 2.Siti Anah Kunyati]]></note>
 <subject authority="">
  <topic><![CDATA[Ilmu Pemerintahan]]></topic>
 </subject>
 <classification><![CDATA[350]]></classification>
 <identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier>
 <location>
  <physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Pascasarjana Universitas Langlangbuana]]></physicalLocation>
  <shelfLocator><![CDATA[352 ROH i]]></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1"><![CDATA[MIP247]]></numerationAndChronology>
    <sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
    <shelfLocator><![CDATA[352 ROH i]]></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier><![CDATA[807]]></recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-02-17 13:48:10]]></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-09-05 13:27:59]]></recordChangeDate>
  <recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>