Detail Cantuman
Text
Implementasi kebijakan program keluarga berencana pada kesertaan keluarga berencana pria di kecamatan Bojongsoang kabupaten bandung
Penelitian ini dilator belakangi oleh program Keluarga Berencana di Kecamatan Bojongsoang yang belum terimplementasi dengan baik, Fokus dan lokasi penelitian ini pada Implementasi kebijakan Keluarfa Berencana di Kecamatan Bojong soang Kabupaten Bandung, yang bertujuan untuk meneliti implementasi kebijakannya sekaligus mengetahui dan menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan sejalan dengan pendapat Edward III yaitu Kmunikasi, Sumber Daya, Sikap pelaksana dan struktur Birokrasi.
Metode penelitian yang digunalkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dngan pendekatan kualitatif untuk menganalisis implementasi kebijakan program keluarga berencana di Kabupaten Bandung khususnya pada kesertaaan Keluarga Berencana pria di Kecamatan Bojongsoang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kesesuain antara teori implementasi George C.Edward III dengan kebijakan di lapangan. Leh karena kebijakan peningkatan kesertaan Keluarga Berencana pria merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masalah social, sehingga factor lingkungan sosial kebijakan juga ikut mempengaruhi implementasi kebijakan. Kenyataan itu dapat diamati dari pengaruh tokoh agama, baik figure pribadinya dalam hal tidak ikut Keluarga Berencana maupun interpretasi terhadap teks agama yang dianutnya. Kemudian sifat masyarakat yang paternalistic, sikap pasrah dan “nerimonya” istri terhadap keputusan suami, serta sikap masyarakat dalam mencerna budaya dab rumor yang ada dalam lingkungannya. Untuk itu peneliti menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan kesertaan Keluarga Berencana Pria di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung belum sepenuhnya sesuai harapan, dimana terdapat indikasi yang menunjukkan masih rendahnya tingkat pencapaian kesertaan Keluarga Berencana bagi pria tersebut, yang hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya, kemampuan melakukan komunikasi (konseling) Keluarga Berencana bagi petugas yang masih rendah, kualitas sumber daya yang rendah,yang berimbas pada rendahnya disposisi implementator, serta struktur organisasi di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung yang belum selesai dipastikan bentuknya.
Kenyataan lain menunjukkan bahwa disamping empat dimensi tersebut, dimensi konteks kebijakan juga mempengaruhi implementasi, yang diantaranya adalah pengaruh tokoh agama, kultur masyarakat di mana perempuan bersifat mengalah dan menerima, serta kurangnya media penyuluhan pencapaian keberhasilan program Keluarga Berencana khususnya terkait dengan kesertaan Keluarga Berencana Pria.
Ketersediaan
| MIP230 | 352 HES i | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
352 HES i
|
| Penerbit | Pascasarjana UNLA : Bandung., 2018 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
350
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
1. Yudi Rusfiana ; 2. Diani Indah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






