No image available for this title

Text

Pengaruh implementasi kebijakan program wajib belajar terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar di kota Bandung



Pendidikan dasar dan menengah di Kota Bandung masih belum sesuai dengan harapan Fenomena=fenomena yang mendukung belum optimalnya pendidikan dasar di Kota Bandung tersebut dapat dilihat dari indikasi-indikasi seperti sebelum optimalnya kualitas sebagian besar Sekolah Dasar dan Menengah, belum optimalnya proses rekturmen Kepala Sekolah Dasar dan Menengah, sehingga kemampuan kerja yang ditampilkan oleh kekurang-pekaan terhadap berbagai tuntutan masyarakat, belum optimalnya kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar dan Menengah dalam mengelola sumberdaya yang dimiliki sekolah, kurangnya kemampuan Kepala Sekolah Dasar dan Menengah dalam memanfaatkan situasi/peluang dalam penyelesaian tugas yang mencerminkan lemahnya aspek motivator dan innovator dalam mendukung kinerja secara keseluruhan, adanya penyimpangan kode etik berupa pelanggaran disiplin, penyalahgunaan peralatan maupun jabatan untuk kepentingan sendiri dan rendahnya sikap mental dan kedisiplinan, fasilitas dan sarana yang masih kurang sehingga optimalisasi pelayanan kepada pengguna jasa pendidikan belum memberikan kepuasan yang maksimal, kurang profesionalnya kepala sekolah sebagai manager pendidikan.
Metode penelitian yang digunakan adalah meted survey eksplanasi (Explonatory survey), dengan desain penelitian ini adalah analisis kuantitatif yaitu untuk menguji hipotesis dan mengadakan interprestasi yang lebih dalam yaitu untuk mengetahui hubungan antar dimensi variable bebas mengenai pengaruh Implementasi Kebijakan Program Wajib Belajar (X) terhadap variabel terkait yaitu Kualitas Pelayanan Pendidikan Dasar di Jota Bandung (Y),
Hasil penelitian menunjukan bahwa factor komunikasi pada dimensi implementasi kebijakan terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar berada pada tingkat kepercayaan 95% sehingga factor komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar, factor sumberdaya pada dimensi implementasi kebijakan terhadap kualitas pendidikan dasar berada pada tingkat kepercayaan 95% sehingga dapat disimpulkan bahwa factor dimensi sumber daya berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar, factor disposisi atau sikap pelaksana pada dimensi implementasi kebijakan terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar berada pada tingkat kepercayaan 95% dan dapat disimpulkan bahwa disposisi, berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar, dan pengaruh factor struktur birokrasi terhadap kualitas Pelayanan Pendidikan Dasar diperoleh tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa sub-variabel struktur birokrasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar, dan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa secara parsial seluruh variabel X dan atau implememntasi kebijakan program wajib belajar berpengaruh terhadap variabel Y kualitas pelayanan pendidikan dasar.


Ketersediaan

MIP207352 TAR pMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
352 TAR p
Penerbit Pascasarjana UNLA : Bandung.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
350
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this