<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="761">
 <titleInfo>
  <title><![CDATA[Peran dinas perindustrian dan perdagangan dalam pengembangan home industri batik di kampung batik Trusmi sebagai produk unggulan daerah kabupaten Cirebon]]></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart><![CDATA[Tety Ratnawati L230140001]]></namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text"><![CDATA[Primary Author]]></roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
 <genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm>
   <publisher><![CDATA[Pascasarjana UNLA]]></publisher>
   <dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
  <languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
  <extent><![CDATA[]]></extent>
 </physicalDescription>
 <note><![CDATA[Sentra Batik Trusmi Cirebon merupakan salah satu daerah penghasil batik yang sudah lama berdiri dan menjadi  ikon batik dan koleksi kain Nasional serta sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Cirebon. Namun pada kenyataannya menunjukan jumlah pengrajin berkurang sehingga semakin tidak mampu untuk memenuhi permintaan pasar, kurang memiliki strategi bersaing yang terintegrasi di antara anggota sentra.
Melihat kondisi tersebut diatas, maka saya tertarik untuk melakukan penelitian dengan gambaran mengenai pengembangan home industry batik oleh Disperindag. Dalam penelitian ini berdasarkan jenisnya digolongkan dalam metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif menggunakan teknik keabsahan data melalui triangulasi data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data, data primer diperoleh dari Disperindag sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan para pengusaha/pengrajin batik atau diluar dari data primer. Pada tahap akhir penelitian ini dilakukan pengolahan atau analisa data dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat diambil gambaran bahwa secara konseptual.
Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan pengrajin saat ini adalah lambangnya regenerasi, kenaikan harga bahan baku, teknik produksi yang tidak efisien, pembinaan dari intansi terkait yang belum menyentuh permasalah, aspek seni budaya yang ada pada masyarakat, kualitas pasokan bahan baku, kemampuan perantara, kerja sama sesame pembatik dan peminat batik. Faktor internal berhubungan dengan lingkungan tugas perusahaan yaitu : pra pemasaran, pemasaran dan pasca pemasaran,, kurang memiliki sumber permodalan, tidak memiliki kecukupan modal, tidak efisien ketika kekurangan modal. Jumlah keahlian, dan produktivitas karyawan saat ini kurang mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Berdasarkan pada analisis lingkungan eksternal dan internal pengrajin batik, maka diperlukan suatu Model Kerja Sama Usaha Mikro dan Kecil yang berorentasi pada tuntutan pasar. Organisasi ini untuk membangun kemampuan bersaing yang berkesinambungan dan meningkatkan efektifitas usaha guna meningkatkan pendapatan pengrajin dan masyarakat industri batik.
Pemerintah daerah, Disperindag dan stake hlder terkait bersinergi dalam menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi tersebut dengan menerapkan pendekatan One Village One Product (OVOP), menerapkan konsep industry yang dinamakan Triple-Helix kolaborasi yang terdiri dari Pemerintah, Akademisi dan Pelaku Bisnis, dan dalam menghadapi integrasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sekarang pemerintah daerah memperkenalkan konsep industry baru dengan nama Quadruple-Helix yakni kolaborasi antara Pemerintah, Akademisi, Pelaku Bisnis dan Komunitas Kreatif.
]]></note>
 <note type="statement of responsibility"><![CDATA[1.Josy Adiwisastra ; 2.Arry Djauhari]]></note>
 <subject authority="">
  <topic><![CDATA[Ilmu Pemerintahan]]></topic>
 </subject>
 <classification><![CDATA[350]]></classification>
 <identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier>
 <location>
  <physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Pascasarjana Universitas Langlangbuana]]></physicalLocation>
  <shelfLocator><![CDATA[352 RAT p]]></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1"><![CDATA[MIP201]]></numerationAndChronology>
    <sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
    <shelfLocator><![CDATA[352 RAT p]]></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier><![CDATA[761]]></recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-02-17 10:32:20]]></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-09-18 11:45:16]]></recordChangeDate>
  <recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>