No image available for this title

Text

Implementasi pembinaan bagi warga binaan anak di lembaga pemasyarakatan dihubungkan dengan UU No.23 thn 2002 ttg perlindungan anak



Pembinaan terhadap anak didalam lapas seharusnya lebih ke pendidikan anak, supaya begitu anak keluar dari lapas mereka mendapatkan pengetahuan keahlian atau kemampuan bidang pendidikan, sehingga anak dapat hidup dalam masyarakat secara positif dan tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan anak melakukan tindakan kejahatan. Sarana dalam pembinaan terhadap anak yang sedang menjalani hukuman memang telah ada dilingkungan lapas anak, akan tetapi sarana tersebut belum sesuai dengan harapan di karenakan banyaknya kasus anak yang telah keluar dari lapas malah kembali melakukan kejahatan lagi, sehingga anak tersebut masuk lagi kedalam lapas, dalam hal ini dapat dikatakana bahwa pembinaan pendidikan dalam lapas belum atau tidak efektif. Adapun permasalahan yang penulis angkat ialah Bagaimana efektifitas pembinaan pendidikan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Anak dan Apakah Faktor Penghambat Pembinaan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Anak.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normative, yaitu menetapkan standar norma tertentu terhadap suatu fenomena dengan mengkaji data-data sekunder serta membahas implementasi Pembinaan terhadap anak di dalam lapas dihubungkan dengan Undang-Undang No. 22 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan analisis data menggunakan metode yuridis kualitatif, yaitu bersumber dari studi kepustakaan dan studi lapangan, kemudian disusun secara sistematis, setelah dianalisa disajikan secara diskriptif. Penelitian lebih menekankan pada kajian analisis data sekunder atau studi keputusan yang ditunjang dengan data primer yaitu studi lapangan.
Hasil penelitian tesis ini dapat ditarik kesimpulan pembinaan pendidikan dan pelatihan di Lembaga Pemasyarakatan Anak belum sesuai dengan harapan, dikarenakan anak yang telah selesai menjalani hukuman atau bebas pendidikan atau pelatihan yang diberikan tidak dapat di kembangkan, pendidikan anak di lapas belum diakui sehingga anak tidak dapat melanjutkan sekolah kejenjang berikutnya, dalam hal keterampilan anak tidak dapat mengembangkan apa yang diperoleh dalam lembaga pemasyarakatan dikarenakan tidak adanya modal dan pemasaran hasil yang diperoleh dan factor penghambat dalam proses pembinaan para Warga binaan dikarenakan kurangnya campur tangan pemerintah, tidak disiplin para petugas Lembaga Pemasyarakatan, kurangnya dana untuk pembinaan para narapidana. Kurangnya tenaga Pembina (sipir) dan kurangnya peran serta masyarakat dalam proses pembinaan narapidana anak.


Ketersediaan

MIH087340 WAR iMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
340 WAR i
Penerbit Pascasarjana UNLA : Bandung.,
Deskripsi Fisik
viii, 130hlm.: lamp.; 30cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
340
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this