No image available for this title

Text

Pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga pemasyarakatan dihubungkan dengan Undang - Undang No.3 tahun 1997 tentang pengadilan anak Juncto Undang - Undang No.12 tahun.1995 tentang pemasyarakatan



Dalam menghadapi dan menanggulangi perbuatan dan tingkah laku anak nakal, perlu dipertimbangkan kedudukan anak dengan swgala ciri dan sifatnya yang khas. Walaupun anak telah dapat menentukan sendiri langkah perbuatannya berdasarkan pikiran, perasaan dan kehendaknya, mengingat ciri dan sifat yang khas pada anak dan demi perlindungan terhadap anak, maka perlu adanya pemisahan penempatan anak didik pemasyarakatan dengan narapidana dewasa, terutama dalam proses pemasyarakatan demi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian dan kemandirian anak. Penelitian ini dilakukan karena keprihatinan penulis dalam melihat kenyataan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Ciamis dan Rumah Tahanan Negara Klas I A Bandung, di mana masih terdapat anak didik pemasyarakatan yang tidak dipisahkan dengan narapidana dewasa, sehingga akan menimbulkan kerugian terhadap anak tersebut bahkan sebagian dari hak-hak anak tidak dapat tercapai. Sehingga penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : bagaimanakah pelaksanaan pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan dihubungkan dengan Undang-Undang No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan apakah kendala-kendala dalam melaksanakan pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan.
Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penulisan tesis ini merupakan gabungan dari metode pendekatan normative, pendekatan administrative dan pendekatan social, dengan menggunakan penelitian yang bersifat interdisipliner yaitu interaksi intensif antara satu atau lebih disiplin ilmu, baik yang langsung berhubungan maupun tidak dengan tujuan untuk melakukan integrasi konsep, metode, dan analisis. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis dengan didukung data dari sumber kepustakaan dan dilengkapi dengan studi lapangan yang dilakukan dengan cara wawancara untuk mendapatkan data primer yang di dapat langsung dari objek penelitian. Data-data yang dihimpun dianalisis dengan menggunakan metode analisis yuridis kualitatif, yaitu data yang diperoleh disusun secara sistematis, kemudian diuraikan dalam bentuk narasi tanpa menggunakan rumus atau angka-angka statistic,
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebaik apa pun suatu proses pembinaan, tetap saja memungkinkan terjadinya kerugian bagi anak didik pemasyarakatan apabila pembinaannya harus bercampur dengan narapidana dewasa, karena kerentanan dirinya, yang dikarenakan usiamya. Karena keterbatasan psikis dan fisiknya, dan juga sangat mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga menurut penulis perlu diadakan pemisahan mengenai proses pembinaan Narapidana dan anak didik Pemasyarakatan. Ditemukan berbagai kendala yang dihadapi dalam rangka pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan, diantaranya adalah kapasitas penghuni yang berlebihan, kurangnya tenaga ahli dan kurangnya anggota petugas jaga, hal itu menyebabkan tidak optimalnya proses pembinaan kepada para Narapidana/Anak didik Pemasyarakatan.


Ketersediaan

MIH080340 KRI pMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
340 KRI p
Penerbit Pascasarjana UNLA : Bandung.,
Deskripsi Fisik
x, 143hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
340
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this