Detail Cantuman
Text
Pengaruh implementasi kebijakan tentang penataan pegawai berbasis kompetensi terhadap kinerja tenaga kependidikan di STSI Bandung
Penelitian ini mengkaji pengaruh implementasi kebijakan penataan pegawai berbasis kompetensi terhadap kinerja tenaga kependidikan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STNI) Bandung, hal ini karena proses implementasi kebijakan yang belum dilakukan dengan optimal, sehingga dampak dari penataan pwgawai berbasis kompetensi menyebabkan kinerja dari tenaga kependidikan menjadi tidak sesuai dengan tujuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam memperbaiki komposisi dan distribusi pegawai, khususnya di Lingkungan STSI.
Penelitian ini dilakukan penulis dengan meneliti dua variable penelitian yaitu Implementasi kebijakan sebagai variabel bebas dan kinerja pegawai sebagai variabel terikat, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode explanatory survey dimana teori-teori non eksak yang dikembangkan melalui pengujian proposisi-proposisi factual, yang artinya proposisi-proposisi deduksi yang diuji secara empiric, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis parsial dan analisis simultan. Metode ini dengan teknik pengumpulan data, studi kepustakaan dan studi lapangan melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner yang berisi pernyataan dari kedua variable tersebut yang terlebih dahulu melalui uji variditas dan uji reabilitas, semua pernyataan angket diukur dalam skala ordinal dan disusun dalam bentuk skala Likert dengan menggunakan uji statistic. Uji hipotesis ini untuk menguji besarnya pengaruh antara variabel implementasi kebijakan dan variable kinerja pegawai. Alat pengujian yang dipakai menggunakan metode analisis jalur dengan rumus korelasi Product Moment Pearson.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa implementasi kebijakan penataan pegawai berbasis kompetensi (Permendikbud Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pedoman Penataan Pegawai Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) sangat berpengaruh terhadap Kinerja Tenaga Kependidikan di STSI. Implementasi kebijakan tersebut dipengaruhi oleh 6 faktor ukuran dan tujuan kebijakan, factor sumber kebijakan, factor sufat badan pelaksana, factor komunikasi antar organisasi, factor sikap para pelaksana. Dan factor lingkungan ekonomi, social dan politik, sedangkan variable kinerja dipengaruhi oleh factor kemampuan, kemauan, dan kesempatan.
Ketersediaan
| MIP174 | 352 SUP p | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
352 SUP p
|
| Penerbit | Pascasarjana UNLA : Bandung., 2014 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
350
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
1.Utang Suwaryo ; 2.Yudi Rusfiana
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






