Detail Cantuman
Text
Pengaruh pengendalian terhadap kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat pada perusahaan daerah air minum (PDAM)
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kualitas pelayanan air bersih di wilayah Tegallega Bandung yang ditandai oleh berbagai masalah dirumuskan melalui “Seberapa besar pengaruh pengendalian terhadap kualitas pelayanan air bersih di wilayah Tegallega Bandung?” Salah satu factor yang diduga menyebabkan rendahnya kualitas pelayanan adalah pelacak, penilai, dan umpan balik yang harus diaplikasikan oleh pihak PDAM kota Bandung.
Teori yang digunakan dalam menganalisis fakta dan data di lapangan menggunakan konsep dan model proses-proses pengendalian melalui variabel dari Anthony & Govindarajan dengan tiga elemen dasar dalam pengendalian, yaitu Pelacak/Detector (XI), Penilai/Assessor (X2), dan Umpan balik/Effector (X3) Sedangkan variabel kualitas Pelayanan Air Bersih efektivitas menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan Parasuraman (2005), yaitu berwujud (Tangibles), Keandalann (Reliability), Tanggungjawab (Responsibility), Jaminan (Assurance) dan Perhatian (Emphaty). Adapun hipotesis yang diajukan, “Besarnya pengaruh pengendalian terhadap kualitas pelayanan air bersih di wilayah Tegallega Bandung ditentukan oleh pelaksanaan dimensi pelacak (detector), penilai (assessor) dan umpan balik (effector)”.
Metode penelitian adalah eksplanatori untuk menjelaskan hubungan kausal antar variabel melalui pengujian hipotesis yang dilakukan dalam bentuk survey, dimana keeratan hubungan antar variabel yang diteliti dapat diukur secara kuantitatif (uji statistic). Adapun rancangan uji hipotesis untuk menguji besarnya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan metode analisis jalur (Path Analysis). Teknik analisa dan pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji validitas dam reliabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah aparat PDAM, dan Pelanggan air bersih (KK) wilayah Tegallega aparat desa, BPD, LKMD dan swalaya masyarakat atau KK sebanyak (N) 29.377. Dalam penentuan sampel untuk responden ditentukan berdasarkan random atau acak (n) sebanyak 100 orang.
Secara umum, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengendalian memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelayanan air bersih. Dari keseluruhan variabel yang paling besar pengaruhnya adalah variabel “Penilaian (Assessor)” dan yang paling kecil adalah “Pelacak (Decector)”. Selain itu terdapat variabel lain yang mempengaruhi terhadap pengendalian terhadap kualitas pelayanan air bersih di wilayah Tegallega Bandung tetapi tidak diteliti. Dengan menggunakan analisis validitas alat ujur, variabel X memiliki pengaruh positif dan kuat terhadap variabel Y. Dimana Ho ditolak dan H1 diterima dengan demikian hipotesis yang diajukan teruji secara empiric.
Ketersediaan
| MIP169 | 352 FAU p | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
352 FAU p
|
| Penerbit | Pascasarjana UNLA : Bandung., 2014 |
| Deskripsi Fisik |
vi, 161hlm.: 30cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
350
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
1.Samugyo Ibnuredjo : 2.Arry Djauhari
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






