Detail Cantuman
Text
Kinerja unit pelayanan perempuan dan anak dalam penanganan anak sebagai korban kekerasan disatuan reserse kriminal Polrestabes Bandung
Ketergantungan yang besar terhadap lingkungan dan orang dewasa disekelinling menempatkan anak dalam kelompok rentan, yaitu kelompok yang lemah, rawan terhadap sasaran kejahatan dan penyalahgunaan wewenang. Paradigma yang salah menempatkan anak sebagai property orang tua/keluarga menjadikan persoalan anak dianggap sebagai persoalan intern yang menyebabkan anak sering menjadi korban kekerasan baik fisik, psikis ekonomi dan religi. Unit pelayanan Perempuan dan anak melalui Ruang Pelayanan khusus merupakan ganda terdepan Polri dalam menangani perempuan dan anak menjadi korban kekerasan. Kinerja Unit PPA diharapkan dapat memenuhi harapan korban untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam penanganan kasusnya dalam bentuk perlakuan dan perlindungan khusus, pendampingan empati dan keberpihakan kepada korban agar tidak mengalami penderitaan ganda akibat prosedur penyidikan. Penelitian ini mengaplikasikan aspek-aspek kinerja yang dikemukakan oleh T.R. Mitchell meliputi kualitas kerja, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan dan komunikasi, didukung oleh konsep-konsep yang relevan dengan kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dengan tujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam kinerja Unit PPA dalam penanganan anak sebagai korban kekerasan di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dan telaah/analisis dokumen. Analisis data menggunakan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa konerja Unit PPA dalam penanganan anak sebagai korban kekerasan telah optimal dan melalui tahapan/prosedur sebagaimana dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan. Perlakuan khusus, pelayanan dengan empati dan perlindungan terhadap anak korban kekerasan telah dilaksanakan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Bandung. Namun demikian kinerja Unit PPA masih belum sesuai dengan harapan masyarakat karena kasus yang dilaporkan belum semuanya terselesaikan. Hal tersebut disebabkan karena Unit PPA terkendala oleh ketersediaan jumlah petugas terlatih, kelengkapan sarana dan prasarana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kinerja Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Bandung dianggap baik oleh masyarakat terutama korban manakala dapat menyelesaikan kasus yang melibatkan anak sebagai korban kekerasan, didalam penanganan terhadap korban mampu memberikan perlindungan dengan empati, keberpihakan kepada korban, pelayanan cepat dan professional, memperhatikan kepentingan yang baik bagi anak, menciptakan rasa aman dan nyaman serta dapat memproses pelakunya sehingga diperoleh keadilan bagi kedua belah pihak. Prioritas penanganan anak sebagai korban kekerasan telah menjadi tujuan bersama dan jejaring antar pihak terkait telah terjalin.
Ketersediaan
| MIP153 | 352 PUR k | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
352 PUR k
|
| Penerbit | Pascasarjana UNLA : Bandung., 2013 |
| Deskripsi Fisik |
viii, 101hlm.: gamb.; 30cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
350
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
1.A.Kartiwa ; 2.Yudi Rusfiana
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






