Detail Cantuman
Text
Pengaruh implementasi kebijakan penerbitan surat IMB terhadap efektivitas penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) perumahan oleh badan penanaman modal dan perijinan (BPMP) di kabupaten bandung
Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) berfungsi dalam memeberikan pelayanan dalam membuat surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) perumahan sehingga aparatur dituntut untuk dapat bekerja optimal dalam memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan. Namun masih banyak masalah yang terkait dengan prosedurnya seperti IMB yang terlambat lebih dari 1 bulan, padahal waktu selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak tanggal pengajuan apabila semua persyaratan teleh lengkap dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selanjutnya berdampak karena apabila dalam berdampak karena apabila dalam jangka waktu selambat-lambatnya 14 hari kerja permohonan persyaratan ijin tidak terpenuhi maka permohonan ijin ditolak, dan dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi persyaratannya. Selanjutmya tidak pernah ada alas an penolakan secara tertulis dan jelas kepada pemohon izin. Selain itu setiap pemohon IMB belum memiliki ijin pada setiap kegiatan penyelenggaraan tata bangunan, belum mengajukan dan menyertakan data-data yang lengkap dan benar pada setiap pengurusan ijin, belum melaksanakan kegiatan tata bangunan sesuai dengan ijin yang diperoleh,belum menjaga dan memelihara bangunan miliknya dan fasilitas umum lainnya, belum menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyaman bangunan dan lingkungan sekitarnya dan belum mematuhi sanksi yang telah ditetapkan, apabila terbukti melakukan pelanggaran di bidang penyelenggaraan tata bangunan.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Pemerintah Kabupaten Bandung yang perkembangan penduduknya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan kuantitatif yang mempergunakan metode survey dimana data informasi dikumpulkan dari sebagian populasi untuk mewakili seluruh ppulasi, hasil data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengukur pengaruh dari satu variabel terhadap variabel yang lain. Dengan demikian maka desain yang digunakan yaitu analitik korelasional untuk mencari pengaruh antara 2 (dua) variabel yang terdiri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas yaitu implementasi kebijakan dan variabel terikatnya yaitu Efektivitas penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan semua dimensi yaitu ada pada variabel implementasi kebijakan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel/ Efektivitas Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Perumahan yang berskala besar. Sehingga apabila implementasi kebijakan di bidang pengeloaan Penerbitan Surat IMB Perumahan ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya pada keempat dimensi yang ada, maka secara simultan akan meningkatkan Efektivitas Penerbitan Izin Mendirikan bangunan (IMB) Perumahan yang berskala besar.
Ketersediaan
| MIP129 | 352 SUR p | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
352 SUR p
|
| Penerbit | Pascasarjana UNLA : Bandung., 2012 |
| Deskripsi Fisik |
xi, 145hlm.: lamp.; 30cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
350
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
1.A.Kartiwa ; 2.Yudi Rusfiana
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






