<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="551">
 <titleInfo>
  <title><![CDATA[Manajemen risiko keamanan informasi menggunakan framework NIST SP 800-30 REV I ( studi kasus di STMIK Sumedang)]]></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart><![CDATA[Fathoni Mahardika L250110034]]></namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text"><![CDATA[Primary Author]]></roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
 <genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm>
   <publisher><![CDATA[Pascasarjana UNLA]]></publisher>
   <dateIssued><![CDATA[2014]]></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
  <languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
  <extent><![CDATA[]]></extent>
 </physicalDescription>
 <note><![CDATA[Dalam konteks keamanan informasi merupakan salahsatu hal yang sangat kritikal yang dikelola Teknologi Informasi itu sendiri. Informasi diartikan sebagai sebuah asset yang sangat bernilai dan harus dilindungi. Hal ini dapat bermakna bahwa informasi dalam organisasi bahkan perangkat PC, software (perangkat lunak) atau infrastruktur TI menjadi lebih berharga dari pada infrastruktur TI. Dengan demikian hilang atau rusaknya sebuah informasi yang berharga dapat menyebabkan kerugian besar dalam sebuah organisasi.
Dalam melakukan tugas pengelolaan TI, STMIK Sumedang sudah didukung oleh Teknologi Informasi Pengawasan TI ini dilakukan oleh suatu divisi terdiri di STMIK Sumedang yaitu bagian UPT LPSI. Namun terdapat permasalahan dalam penggunaan TI yang ada saat ini antara lain : (1) Masih sering terjadinya insiden keamanan informasi yang memyebabkan terganggunya proses bisnis perusahaan (2) Belum adanya pengawasan dan perencanaan yang tepat dalam pengelolaan keamanan data dan informasi di STMIK Sumedang.
Manajemen risiko adalah metode untuk penilaian dan mitigasi resiko terhadap aspek kebutuhan keamanan informasi yang memuat 3 unsur penting yaitu : Confidentiality (kerahasiaan) Integrity (integritas), dan Availability (ketersediaan).  Tiga aspek keamanan tersebut sangat rawan terhadap ancamanan serangan-serangan yang mengancam keberadaanya baik serangan terhadap sumber-sumber informasi baik secara fisik dan melalui akses secara jaringan.
Manajemen risiko keamanan informasi uyang digunakan mengacu pada NIST SP 800-30 Revisi I. Standar ini digunalkan sebagai acuan dalam melakukan manajemen resiko, keamanan informasi, yang bertujuan untuk mengantisipasi risiko agar kerugian tidak terjadi terhadap organisasi. Sehingga resiko dapat di identifikasi, dinilai dan dikurangi dampak risikonya ke level yang dapat diterima organisasi. Dengan dilakukannya manajemen resiko diharapkan akan mengurangi dampak insiden sistem dan teknologi informasi di institusi perguruan tinggi, melindungi proses bisnis organisasi yang penting dari ancaman keamanan, meminimalisir risiko kerugian serta menghindari kegagalan seriud terhadap informasi yang ada di STMIK Sumedang.
Setelah dilakukan manajemen risiko maka diperlukan control keamanan sebagai dasar acuan bahwa risiko dilakukan mitigasi, diterima/ditransfer oleh pihak manajemen. Kontrol keamanan dikembangkan dari ISO 27002. Untuk mengetahui sejauh mana keamanan informasi organisasi maka dilakukan maturity keamanan informasi organisasi STMIK Sumedang menggunakan control yang dikembangkan dari ISO 27002. Dari hasil penilaian maturity ini menjadi dasar dibuatnya rekomendasi standar kebijakan keamanan informasi di STMIK Sumedang.
]]></note>
 <note type="statement of responsibility"><![CDATA[1.Marsudi Wahyu Kisworo ; 2.M.Hendayun]]></note>
 <subject authority="">
  <topic><![CDATA[Informatika]]></topic>
 </subject>
 <classification><![CDATA[000]]></classification>
 <identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier>
 <location>
  <physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Pascasarjana Universitas Langlangbuana]]></physicalLocation>
  <shelfLocator><![CDATA[004 MAH m]]></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1"><![CDATA[MTI030]]></numerationAndChronology>
    <sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
    <shelfLocator><![CDATA[004 MAH m]]></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier><![CDATA[551]]></recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-02-12 13:56:24]]></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-08-29 12:36:34]]></recordChangeDate>
  <recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>