Detail Cantuman
Text
Pengembalian aset hasil korupsi berdasarkan konvensi PBB anti korupsi 2003 dalam sistem hukum Indonesia
Undang-Undang tentang Pengembalian Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi dan Badan Pengembalian Aset dengan hak mengawasi aktivitas otoritas-otoritas hukum pengembalian aset, baik prosedural,, maupun subtansial perlu dibentuk.
Sebab, mekanisme pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi yang diatur dalam undang-undang pemberantasan korupsi dan KUHAP terlalu sederhana dan belum memenuhi standar-standar universal seperti tercantum dalam konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi 2003.
Pendapat ini dikemukakan oleh Advokat dan penulis buku ini Purwaning M. Yabuar di hadapan tim pengujinya untuk meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran.
Selanjutnya menurut penulis buku ini pengembalian hasil korupsi dapat dilakukan dengan tiga jalur : Jalur Hukum Pidana; Jalur Hukum Perdata serta melalui Jalur Polit6ik, jhalur ini sama-sama memberikan manfaat dan kerugian bersama.
Ketersediaan
| 120.02 | 345.02 PUR p | My Library | Tersedia |
| 120.01 | 345.02 PUR p | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
345.02 YAN p
|
| Penerbit | Alumni : Bandung., 2007 |
| Deskripsi Fisik |
viii, 276hlm.; 21cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-41-4033-3
|
| Klasifikasi |
340
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
1 Cet.1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






