Image of Efektivitas Penerapan Azas Primum Remedium Dalam Penanganan Pencemaran Lingkungan Pada Sungai Citarum Berdarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Text

Efektivitas Penerapan Azas Primum Remedium Dalam Penanganan Pencemaran Lingkungan Pada Sungai Citarum Berdarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup



Menurut UU PPLH, lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang berada ditempat dimana manusia hidup dan menjalankan aktivitasnya, dengan demikian terjadi saling pengaruh-mempengaruhi antara manusia dan lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang buruk berpengaruh buruk terhadap (khususnya: kesehatan) manusia. Sebaliknya, lingkungan hidup yang baik akan berpengaruh baik kepada manusia. Salah satu bentuk kerusakan lingkungan hidup adalah pencemaran, khususnya pencemaran yang terjadi di sungai Citarum, yang 60 – 70% disebabkan oleh li,bah domestic. Dampak buruk pencemaran sungai Citarum secara langsung dirasakan oleh penduduk yang berada di 13 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, dan berdampak juga terhadap tiga waduk besar yang digunakan salah satunya sebagai bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Dikaitkan dengan perekonomian nasional, pencemaran yang terjadi di sungai citarum berdampak negatif terhadap 14% perekonomian nasional dan atau 24,41% perekonomian di Wilayah pulau Jawa. Berdasarkan hal tersebut maka wilayah sungai Citarum mempunyai arti penting dalam peningkatan perekonomian; khususnya perekonomian Jawa Barat dan perekonomian nasional pada umumnya. Adapun identifikasi masalah penelitian adalah sebagai berikut : (a) bagaimanakah sanksi yang diberikan terhadap pelaku pencemaran lingkungan hidup di sepanjang aliran sungai Citarum? (b) Bagaimanakah efektivitas sanksi pidana berdasarkan azas primum remedium dapat efektif diterapkan terhadap pelaku pencemaran lingkungan hidup di sepanjang aliran sungai Citarum?
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif atau penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Sementara itu spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis, yaitu mendeskripsikan atau menggambarkan kondisi objek yang sedang diteliti dengan menggunakan data penelitian sebagaimana adanya memberikan kesimpulan yang berlaku untuk umum sebagai hasil dari analisis objek penelitian tersebut. Data penelitian merupakan data sekunder yang selanjutnya dikategorikan menjadi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis data dilakukan secara kualitatif, yaitu: menggunakan kata-kata atau kalimat, tidak menggunakan angka-angka.
Hasil dari penelitian ini adalah : (a) Sanksi yang diberikan terhadap pelaku pencemaran lingkungan hidup di sepanjang aliran sungai Citarum dapat berupa sanksi pidana, perdata dan administrasi. Dalam perkembangannya terhadap pelanggaran hukum lingkungan hidup terdapat sanksi alternative sebagaimana yang terdapat pengaturannya di dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.
(b) Sanksi pidana berdasarkan azas primum remedium menjadi kurang efektif diterapkan terhadap pelaku pencemaran lingkungan hidup di sepanjang aliran sungai Citarum dengan adanya ketentuan sebagaimana dimaksud oleh Perpres yang dimaksud.

Kata Kunci : efektivitas, primun remedium, pencemaran, dan sungai Citarum.


Ketersediaan

MIH334340 GUN eMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
340 GUN e
Penerbit Pascasarjana UNLA : Bandung.,
Deskripsi Fisik
vi, 138hlm.: lamp.; 30cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
340
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this