Detail Cantuman
Text
Kualitas Pelayanan Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Reguler Di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
Penelitian tentang Pelayanan Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Reguler di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka’’, dilakukan karena masih terdapat beberapa masalah dalam pelayanan bimbingan manasik haji. Sehingga peneliti mengangkat rumusan masalah sebagai berikut “Bagaimana Pelayanan Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Reguler Di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka?”. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai “Pelayanan Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Reguler Di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka”.
Teori pelayanan penyelenggaraan bimbingan manasik haji regular, maka akan digunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml, dkk (dalam Hardiansyah, 2012:46-47) dimana kualitas pelayanan dipengaruhi oleh lima dimensi diantaranya yaitu tangibel, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Penelitian ini dipilih karena untuk menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada di lapangan.
Hasil penelitian tentang Pelayanan Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Reguler di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang diukur dengan menggunakan lima dimensi diantaranya menunjukan bahwa pada dimensi tangible terdapat tiga indikator yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan bimbingan manasik diantaranya yaitu kondisi fisik Gedung, ruang tunggu pelayanan yang nyaman dan bersih, serta fasilitas pelayanan yang lengkap serta penampilan pelaksana pelayanan yang baik, sopan, rapih dan menarik. Pada dimensi reliability terdapat tiga indikator yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan bimbingan manasik haji reguler yaitu kesesuaian standar pelayanan dengan SOP, kemampuan petugas pelayanan dan kecepatan serta kemudahan pelayanan yang diberikan. Pada dimensi responnsiveness terdapat dua indikator yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan bimbingan manasik haji reguler yaitu memberikan pelayanan dengan baik dan menyelesaikan masalah dengan baik. Pada dimensi assurance terdapat dua indikator yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan bimbingan manasik haji reguler yaitu jaminan kepastian biaya dan jaminan kepastian waktu. Dan pada dimensi empathy terdapat dua indikator yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan bimbingan manasik haji reguler yaitu profesionalisme petugas dan sikap petugas.
Simpulan Kualitas Pelayanan Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Reguler di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang diukur dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithamlmenyatakan bahwa kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan diantaranya yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler.
Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan, Bimbingan Manasik Haji Reguler.
Ketersediaan
| MIP275 | 352 RAC k | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
352 RAC k
|
| Penerbit | Pascasarjana UNLA : Bandung., 2022 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
352
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
computer
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






